Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Limpahan puji ke hadirat Allah subhanahu wata’ala Maha penguasa tunggal sepanjang waktu dan zaman, maha penguasa yang menentukan segala kejadian, Yang Maha mengetahui dan maha mendengar getaran sanubari hambanya , Yang maha meringankan segala beban hamba-hambaNya dengan limpahan rahmat dan keluhuran sepanjang saat, tiada satu detik kecuali rahmat dan kasih sayang Nya terus mengalir kepada hamba-hamba Nya yang beriman dan yang tidak beriman,Yang Maha melimpahkan kebahagiaan sepanjang zaman, Yang Maha menciptakan segenap hamba dari tiada, sesuatu yang selain Allah adalah makhluk, selain Dia Yang Maha Tunggal, Maha Sempurna dan Maha Abadi, kesemuanya adalah fana dan terikat kepada Yang Maha memiliki segala yang ada di langit dan bumi. Langit dan bumi ini adalah kerajaan milik Allah subhanahu wata’ala, Allah pemilik Tunggal Yang Maha berwibawa, Allah Yang Maha memberikan keluhuran, Yang Maha memberikan cahaya dan kegelapan, Yang Maha memulikan hamba-hamba-Nya dan menghinakan, Yang Maha menghidupkan dan Maha mematikan , Yang Maha melimpahkan keluhuran dan kesucian, Yang Maha memperbaiki keadaan hamba yang dikehendaki Nya, terlebih lagi jika hamba-Nya meminta dan terus berharap kepada-Nya, sungguh Dialah (swt) Yang paling tidak mengecewakan dari semua yang tidak mengecewakan, Dialah Yang Maha berhak dipercaya melebihi semua yang dipercaya, Dialah (swt) Yang Maha mendengarkan semua keluhan dan seruan hati kita melebihi semua yang mendengarkan keluhan dan seruan hati, Dialah (swt) Yang Maha mengerti perasaan kita melebihi semua yang baik kepada kita karena Dia (swt) Maha Baik. sebagaimana firmanNya subhanahu wata’ala:
“ RahmatKu (Allah) sampai kepada segala sesuatu “ ( QS. Al A’raf : 156 )
Diriwayatkan di dalam kitab taujihunnabiih oleh guru mulia Al Musnid Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Hafidz bahwa ketika seseorang mendengar firman Allah subhanahu wata’ala maka ia berdoa: “ Wahai Allah, jika seandainya sudah terlampau banyak dosa-dosaku, hingga aku bukanlah hamba yang pantas mendapatkan kasih sayangMu, namun Engkau telah berfirman:
“ RahmatKu (Allah) sampai kepada segala sesuatu “ ( QS. Al A’raf : 156 )
Dan aku adalah bagian dari sesuatu, berarti akan sampai pula kasih sayang Mu kepadaku wahai Rabbi”. Begitu indahnya Rabbul ‘Alamin, memberikan kasih sayang kepada hamba-hambaNya, kepada siapa pun yang membuatNya ridha dan yang mebuatNya murka. Siapa pun yang mengerjakan hal-hal yang dicintai Allah atau yang berbuat hal-hal yang dimurkai Allah, sama-sama diberi kasih sayang Allah . Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:
“ Sesungguhnya Allah Maha lembut dan Maha berkasih sayang terhadap manusia”
Namun ada waktunya kelak kenikmatan dunia akan berakhir, di saat itu terlihatlah perbedaan mutlak antara yang
menerima kasih sayang Allah dan yang menolak kasih sayang Allah, antara yang hanya menyembah Allah atau yang menyembah selain Allah, perbedaan itu kelak akan tampak di hari kiamat, dan hingga saat setelah kematian kita. Usia dunia yang singkat ini, yang hanya beberapa hari kemudian kehidupan aku dan kamu di dunia selesai, dan setelah itu akan muncul kehidupan di alam barzakh kemudian berlanjut kepada kehidupan akhirah yang abadi dan kekal. Ingatlah bahwa kita akan berpindah ke satu alam kehidupan yang tidak ada akhirnya. Ketika di dunia musibah yang menimpa kita pasti akan ada akhirnya, akan tetapi betapa ruginya jika dalam kehidupan akhirah kita terkena musibah yang kekal.
Teman yg ku sayangi,
Seandainya kita dalam kesulitan sepanjang kehidupan kita di dunia, lalu setelah kita wafat kita akan mendapatkan kenikmatan yang abadi, maka sungguh kesulitan di dunia yang menimpa sepanjang kehidupan kita itu sangatlah kecil dan merupakan bagian dari kasih sayang Allah, dan sang maha baik dan dermawan mengajarkan kepada kita doa untuk meminta kebahagiaan dunia dan akhirah, alangkah indahnya sang pemilik dunia dan akhirah .
Semoga aku dan kamu selalu terang benderang jiwa sanubari dan jasad kita dengan cahaya kelembutan Allah, dengan cahaya pengampunan Allah, dengan cahaya kasih sayang Allah. Yaa Arhamar Raahimin..Wahai Yang Maha berkasih sayang melebihi semua yang mempunyai sifat kasih sayang, kalimat ini akan membuka keluhuran dan hubungan mulia dari Rahmat Allah kepadamu demikian diriwayatkan dalam Hadits Qudsiy riwayat Al Imam Bukhari dan lainnya
“ Aku (Allah) bersama persangkaan HambaKu “.
Ketika hamba menginginkan kasih sayangNya, maka sungguh Allah sedang ingin menyayanginya, jika seorang hamba merindukan Allah maka sungguh Allah rindu padanya , (shahih Bukhari) jika seorang hamba merasa dirinya ingin mendapatkan pengampunan dan meminta maaf dan ampun kepada Tuhan penciptanya, sungguh doa dan munajatnya itu menandakan bahwa Allah ingin mengampuninya.
TemanKu,berusahalah semampu Mu, kerna usaha yg sedikit bukan bermakna malas atau berputus asa,atau usaha yg byk juga belum tentu menjanjikan sesuatu kejayaan, tetapi yang di lihatnya Allah SWT adalah Keikhlasan HatiMu, Sejauhmana keyakinanMu dalam prasangka Mu kepada Allah SWT yg memberikan sedikit ujian berat buatMu dan juga buatKu, betapa ujian itu sebenarnya mengandungi HIKMAH yg indah di sebaliknya.
Cobaan dan rintangan yang terus datang, hinaan, cacian, fitnah, kesemuanya hanya dianggapnya penyebab dosa dan cela selama hari harinya..Wahai Temanku, kau telah menjadi kebanggaanku dan berlian hatiku, betapa risaunya hari harimu dari segala kendala yang kau lalui, maka Allah swt menaruhkanmu semakin dekat padaku,
Semangat juang semakin cerah terlihat, wajahmu bukan semakin suram dengan banyaknya celaan, tapi kusaksikan wajahmu semakin cerah dengan cahaya kesejukan, pandangan matamu memancarkan semangat juang yang bergelora, siang dan malammu penuh dengan ketekunan dalam mengabdi kepada dakwah Sang Nabi saw.
Besarnya harapan dan munajat menghapus dosa-dosa kita, maka ketahuilah bahwa mengampuni dosa adalah sesuatu yang mudah dan remeh bagi Allah subhanahu wata’ala, namun jangan kita meremehkannya, karena jika hal itu terjadi bisa saja Allah (swt) tidak mau mengampuni dosa-dosanya. Jika kita meremehkan dengan berfikir bahwa Allah (swt) pasti mengampuni dosa sehingga timbul dalam fikiran kita untuk tidak perlu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka hal yang seperti itu bukanlah merupakan harapan atau prasangka baik terhadap Allah (swt), akan tetapi merupakan penghinaan makhluk terhadap Allah subhanahu wata’ala. Tentunya kita tidak dituntut oleh Allah melebihi dari kemampuan kita, kita tidak pula dipaksa lebih dari batas kemampuan, sebagaimana firman-Nya:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
( البقرة : 286 )“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” ( QS. Al Baqarah : 286 )
Dari ayat ini kita memahami makna kelembutan Ilahi bahwa Allah (swt) tidak akan memaksa lebih dari kemampuan hamba-Nya, namun Rasulullah shaallallahu ‘alaihi wasallam memperjelaskan makna ayat ini dengan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :
اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ
Maksudnya bukan berarti memaksakan diri lebih dari kemampuan, tetapi jangan sampai jika kita masih mampu melakukan suatu ibadah namun hanya karena terjebak malas atau yang lainnya sehingga kita tidak mau melakukannya. Tetapi jika sampai pada batas kemampuan maka Allah tidak memaksakan untuk lebih lagi dari itu. Maka lakukan amal ibadah hingga batas kemampuan kita dengan berusaha dan berdoa selanjutnya kita pasrahkan kepada Allah subhanahu wata’ala atas ketentuannya. Tidak cukup dengan kita berdoa saja dan tidak mau berusaha, karena hal yang seperti itu seakan-akan kita memerintah Allah untuk menjadi budak kita atau sebagai suruhan semata mata dan memberikan segala yang kita inginkan. Dan tidak pula sebaliknya, hanya dengan berusaha saja tanpa berdoa kepada Allah, karena kita tidak memiliki nafas kita sendiri bagaimana kita merasa tidak butuh lagi berdoa kepada Allah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
أَعْجَزَ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ
(HR alma’jamul kabiir littabrani, syi’bul Imaan lilbaihaqi dll)
TemanKu yg di Muliakan Allah SWT
Rasulullah menjelaskan bahwa yang dimaksud orang yang berani bukanlah orang yang mampu memukul yang lain atau menyerang, namun justru orang yang berani adalah orang yang mampu menahan amarahnya. Sebatas apa seseorang mampu menahan amarahnya maka sekadar itu juga keberaniannya.
Maka berhati-hatilah terhadap orang yang selalu sabar karena jika amarahnya memuncak, Allah akan memunculkan kekuatan kemurkaan Allah pula, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
( البقرة : 153 )“ Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar ” ( QS. Al Baqarah : 153 )
Allah senantiasa bersama orang yang bersabar, jika hamba yang bersabar sudah memaksakan diri dengan segenap kemampuan untuk bersabar sehingga ia tidak mampu lagi menahan kesabarannya, maka Allah subhanahu wata’ala akan turut bertindak untuk membantu hamba-Nya yang bersabar.
TemanKu yg di Muliakan Allah SWT
Kudengar suara suara yg menentang dalam Dakwah Mu, namun mata tak bisa berdusta, karena mata adalah cermin hati, dan kusaksikan pancaranmu sungguh tak layak dicela, bolehlah barat dan timur mencelamu, namun saksikanlah, temanmu ini, mencintaimu dunia dan akhirat, dan menaruh harapan besar pada masa mendatangmu.
Tenanglah dengan kasih sayang-Nya swt yang akan berhembus pada masa depanmu, kau adalah laskar Muhammad saw, berani, tegas, tekun, teliti, dan penuh bakti pada yang paling luhur untuk berbakti padanya sepanjang usia bumi.
Allah swt sebagai saksiku, aku menyayangimu, mendoakanmu, dan setiap keluhan dan kesusahanmu adalah panah api yang dilemparkan kejantungku.
Majulah dan berjuanglah, jadilah panutan bagi seluruh Muslimah seperjuangan, jika usiaku lanjut, aku yakin akan melihat Panji Dakwah Nabi saw akan berkibar digenggamanmu, namun jika usiaku tak sempat menyaksikan itu, kabar harumnya perjuanganmu akan sampai ke kuburku.
Maka jangan kecewakan harapanku padamu, wahai Temanku, artikel ini adalah harapanku agar muncul beribu ribu Muslimah berjiwa sepertiMu dimasa mendatang.
Wahai sang Pemilik segala keluhuran, gantikan keadaan kami menjadi semakin indah setiap waktu dan saat, dan jadikan saudari tercintaku ini berlian kebanggaan Sayyidina Muhammad saw, dunia dan akhirat.
Dan doaku dan munajatku untuk seluruh para pemuda pemudi yang sejiwa, seperjuangan, dan satu semangat, dalam kelompok pasukan Muhammad Rasulullah saw, dalam menegakkan panji kedamaian dan Rahmat bagi sekalian alam semesta.
Bangkitlah saudara saudariku di barat dan timur, jangan tertipu bisikan syaitan yang membisikkan pendosa tak akan pantas mencapai hal ini semua, sebagaimana firman-Nya swt “sungguh pahala itu menghapus dosa dosa” (QS Hud 114).
Maka benahi dosa dosa kita dengan memperbanyak pahala, maka Allah swt akan menghapus dosa dosa kita, dan firman-Nya swt:
“Barangsiapa yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, maka akan mendapat kenikmatan yang diberikan Allah swt pada mereka, mereka bersama para Nabi, para shiddiqiin, para syuhada, dan para shalihin, dan sungguh alangkah indahnya menjadi teman dan bersama mereka” (QS Annisa 69).
Maka berusahalah untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya semampunya, dengan semangat juang untuk mendukung kebangkitan dakwah sang pembawa kedamaian di alam, sayyidina Muhammad saw, yang diutus Allah swt untuk membawa kasih sayang dan kedamaian dimuka Bumi.
Saudara saudariku seperjuangan di barat dan timur, Sungguh dosa dan kesalahan akan berubah menjadi pahala dengan kekuatan taubat dan memperbanyak amal shalih, sebagaimana firman Nya swt:
“Kecuali mereka yg bertaubat, beriman, dan beramal shalih, maka bagi mereka Allah gantikan dosa dosanya dengan pahala” (QS Al Furqan 70).
Saudara saudariku seperjuangan di barat dan Timur, sambutlah seruan seruan kasih sayang Nya ALLAH swt itu dengan semangat juang, bangkitnya diri kita untuk membenahi diri dan sekitar, bangkitlah sebagai pembela sayyidina Muhammad saw untuk memelihara keberkahan, kedamaian, persatuan, keluhuran, kesucian, dan dengan itu kemakmuran akan terbit pada hari harimu dan wilayahmu di manapun kau berada.
Salam perjuangan dari pendosa yang berharap pengampunan Allah swt dari doaMu dan kalian.
Selamat berjuang saudara saudariKu, tempatmu dihatiku adalah berlian kebanggaan, maka lanjutlah, agar kau mencapai derajat yang lebih luhur dan lebih luhur.
Wahai saudara saudariku dibarat dan timur yang dilamar untuk menjadi berlian kebanggaan Rasul saw, jawablah SERUAN mulia ini, sungguh keberuntungan terluhur bagi yang menyambutnya, dan kerugian terbesar bagi yang menolaknya,
Semoga Allah swt memudahkan langkah langkah kita dalam menuju keluhuran, amiin
Dan doaku dan munajatku untuk seluruh para pemuda pemudi yang sejiwa, seperjuangan, dan satu semangat, dalam kelompok pasukan Muhammad Rasulullah saw, dalam menegakkan panji kedamaian dan Rahmat bagi sekalian alam semesta.
Bangkitlah saudara saudariku di barat dan timur, jangan tertipu bisikan syaitan yang membisikkan pendosa tak akan pantas mencapai hal ini semua, sebagaimana firman-Nya swt “sungguh pahala itu menghapus dosa dosa” (QS Hud 114).
Maka benahi dosa dosa kita dengan memperbanyak pahala, maka Allah swt akan menghapus dosa dosa kita, dan firman-Nya swt:
“Barangsiapa yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, maka akan mendapat kenikmatan yang diberikan Allah swt pada mereka, mereka bersama para Nabi, para shiddiqiin, para syuhada, dan para shalihin, dan sungguh alangkah indahnya menjadi teman dan bersama mereka” (QS Annisa 69).
Maka berusahalah untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya semampunya, dengan semangat juang untuk mendukung kebangkitan dakwah sang pembawa kedamaian di alam, sayyidina Muhammad saw, yang diutus Allah swt untuk membawa kasih sayang dan kedamaian dimuka Bumi.
Saudara saudariku seperjuangan di barat dan timur, Sungguh dosa dan kesalahan akan berubah menjadi pahala dengan kekuatan taubat dan memperbanyak amal shalih, sebagaimana firman Nya swt:
“Kecuali mereka yg bertaubat, beriman, dan beramal shalih, maka bagi mereka Allah gantikan dosa dosanya dengan pahala” (QS Al Furqan 70).
Saudara saudariku seperjuangan di barat dan Timur, sambutlah seruan seruan kasih sayang Nya ALLAH swt itu dengan semangat juang, bangkitnya diri kita untuk membenahi diri dan sekitar, bangkitlah sebagai pembela sayyidina Muhammad saw untuk memelihara keberkahan, kedamaian, persatuan, keluhuran, kesucian, dan dengan itu kemakmuran akan terbit pada hari harimu dan wilayahmu di manapun kau berada.
Salam perjuangan dari pendosa yang berharap pengampunan Allah swt dari doaMu dan kalian.
Selamat berjuang saudara saudariKu, tempatmu dihatiku adalah berlian kebanggaan, maka lanjutlah, agar kau mencapai derajat yang lebih luhur dan lebih luhur.
Wahai saudara saudariku dibarat dan timur yang dilamar untuk menjadi berlian kebanggaan Rasul saw, jawablah SERUAN mulia ini, sungguh keberuntungan terluhur bagi yang menyambutnya, dan kerugian terbesar bagi yang menolaknya,
Semoga Allah swt memudahkan langkah langkah kita dalam menuju keluhuran, amiin
![]() |
| Ridho Seorang Hamba |

Cinta-Mu ingin selalu dekat dalam hatiku, cintanya adalah inspirasi yang bertaut dalam fitrah-Mu... Padang pasir duniawi menjerluskan kakiku melangkah di pasir yang berbutir mempesona. Ya ILAHI, bantulah daku bangkit dari lompang dan cela dunia ini. Bersama cinta-Mu dan cintanya agar ia menjadi bagai benteng kekuatan menghunus di lembah pasir yang kelam dan dalam..Pimpinlah kami dalam kalimah LAILAHAILLAH di akhir pengembaraan ini. Amein.
ReplyDeleteSemoga Allah memberkatinya Dunia dan Akhirat...Amin ya rabb!
ReplyDelete